Menulis Kreatif Bersama Peraih Rekor Muri Penulis Novel Termuda

Jakarta, 12 Januari 2019 – Program Naratas dari Ngariung ID kembali hadir di Ruang & Tempo dengan mengangkat topik utama “Writing Class”. Naratas menghadirkan Kak Sri Izzati, seorang UX Writer di Gojek, yang akan menjadi mentor pada pertemuan kali ini. Kita mungkin sudah tak asing mendengar nama beliau, karena beragam prestasi menulis pernah diraihnya. Beliau adalah penulis buku Kecil-kecil Punya Karya (KKPK) angkatan pertama, yang berjudul Kado untuk Ummi dan Let’s Bake Cookies. Hebatnya lagi, Kak Izzati telah meraih rekor MURI sebagai Penulis Novel Termuda pada usia 10 tahun.

Dalam kelas ini, Kak Izzati menjelaskan definisi menulis kreatif, tujuan menulis kreatif, pentingnya menulis kreatif bagi diri sendiri maupun dalam lingkungan kerja, bagaimana mendapatkan ide menulis, serta apa elemen yang harus diperhatikan dalam menulis kreatif.

Sederhananya, menulis kreatif adalah menulis bebas. Menulis dalam pandangan luas tidak terpaku pada satu objek yang hanya ada di depan mata saja. Menulis kreatif adalah menceritakan kembali dengan runut sebuah kejadian, dengan tambahan perasaan yang ‘menyentuh’ pembacanya. Melalui menulis kreatif kita bisa mendapatkan beberapa hal, seperti mengekspresikan diri sendiri, menghibur pembaca, berbagi perasaan dan berbagi ilmu, serta dapat melatih berpikir secara runut.

Secara esensi, menulis kreatif merupakan sesuatu yang penting untuk dipelajari, karena kegiatan menulis bukan hanya berkaitan dengan penggunaan tata bahasa dan tanda baca, melainkan sebuah proses yang dapat mengembangkan kemampuan dalam berpikir dinamis. Oleh sebab itu, keterampilan menulis menjadi penting untuk dimiliki setiap manusia sebagai modal dasar meraih kesuksesan dalam kehidupannya.

Dalam menulis, terdapat 3 hal penting yang perlu kita definisikan terlebih dahulu, yaitu :

  1. Kenapa kita menulis
    Sebagai penulis, kita harus mengetahui alasan kuat apa yang mendorong kita untuk bisa menulis, terutama karena hal tersebut akan menentukan arah tulisan yang dibuat.
  2. Tujuan menulis
    Kita harus mengetahui apa yang menjadi tujuan utama dari menulis, karena setiap tujuan kita akan menentukan proses menulis yang perlu dilakukan. Misalnya, kita menulis dengan tujuan untuk mendapatkan suatu penghargaan, berarti kita harus menulis sesuai dengan kriteria si pemberi penghargaan.
  3. Untuk siapa kita menulis
    Kita harus menentukan secara spesifik untuk siapa kita menulis, karena tulisan yang baik harus tepat sasaran kepada target pembaca.

Setelah kita mengetahui hal tersebut, selanjutnya kita harus tau bagaimana mendapatkan sebuah ide untuk menulis, diantaranya :

  1. Mendapatkan ide dari luar diri
    Kita bisa mendapatkan ide ini dengan cara mencari tahu apa yang menjadi pusat perhatian di luar sana sehingga akan membuat kita mampu berpikir lebih dalam dan mampu mendapatkan ide dari hal tersebut.
  2. Mendapatkan ide dari dalam diri
    Kita bisa mendapatkan ide ini dari rasa sedih, resah, gelisah yang sedang dialami, bisa juga didapat dari kesukaan atau kepenasaranan kita. Bahkan, pengalaman pribadi pun bisa dijadikan sebuah ide untuk menulis.
  3. Mendapatkan ide dari hal-hal sederhana di sekitar kita
    Kita bisa mendapatkan ide ini dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kehidupan kita, dari sana kita akan bisa menjadikannya sebagai sebuah cerita untuk dituliskan. Misalnya, kita bisa mendapatkan ide dari pengalaman teman-teman sepermainan.
  4. Mendapatkan ide dari imajinasi kita
    Kita bisa mendapatkan ide dari berimajinasi atau memikirkan beragam kemungkinan yang ada pada suatu kejadian, sehingga dari sana akan terbentuk sebuah ide yang bisa dituliskan.

Selain inti yang disampaikan di atas, Kak Izzati juga memberikan tips bagaimana agar kita bisa menulis yaitu :

  • Pokoknya tulis aja dulu
  • Nulis dan nulis terus
  • Banyaklah baca, sehingga kita tau mana bacaan yang bagus dan bacaan yang jelek.
  • Nulis lagi
  • Baca lagi
  • Kasih liat orang, dengan cara ini kita tau bagaimana penilaian orang terhadap tulisan kita.
  • Rehat, cobalah diam seminggu tanpa menyentuh tulisan kita dan kemudian lihat lagi.

Di kelas menulis kreatif kali ini, Kak Izzati juga memberikan tantangan terhadap peserta untuk menuliskan cerita dari suatu gambar. Tantangan ini membuat peserta dapat berekspresi terhadap suatu gambar yang kemudian dituangkan dalam bentuk cerita. Dari hasil tantangan tersebut, para peserta menjadi tau bagaimana menulis secara kreatif, karena Kak Izzati memberikan masukan terhadap peserta tentang apa yang baik dari tulisannya dan apa yang perlu diperbaiki. Selain itu, peserta juga dapat memahami pentingnya referensi, konsistensi dan juga membentuk tujuan menulis dalam berlatih menulis kreatif.

Para peserta diberikan materi mengenai menulis kreatif dari mentor kelas kali ini.

###

Tentang Ngariung.ID

Ngariung ID berupaya untuk menjadi wadah untuk nonoman Sunda mengenal, memahami, dan mencintai identitas mereka sebagai urang Sunda sehingga mau berkontribusi untuk masyarakat Sunda; bagi urang Sunda yang ingin berkontribusi kepada masyarakat Sunda sehingga semakin banyak inisiatif dapat terlaksana dalam memajukan masyarakat Sunda; untuk mengubah potensi tanah dan masyarakat Sunda menjadi prestasi yang dapat bermanfaat dan dinikmati masyarakat luas

Tentang Naratas

Naratas adalah sebuah program pengembangan diri dari Ngariung ID bagi anak muda yang bersedia mendedikasikan sebagian waktunya untuk berkontribusi kepada warga Jawa Barat. Tujuannya adalah mempersiapkan anak muda, selaku generasi penerus bangsa, dengan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menciptakan perubahan di lingkungan sekitarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *