Kelas Naratas Kembali Hadir dengan Program Pengembangan Diri “Public Speaking”

Jakarta, 02 Desember 2018 – Ngariung.ID kembali menghadirkan Kelas Naratas sebagai wadah untuk mempersiapkan anak muda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menciptakan perubahan di lingkungan sekitarnya. Sebagai program yang bertujuan menigkatkan kontribusi anak muda kepada  Jawa Barat, Naratas berkomitmen menghadirkan satu tokoh inspiratif setiap pekan. Mengambil tempat di Gedung Ruang & Tempo, Palmerah, Jakarta, kelas ini dihadiri oleh delapan peserta yang berasal dari berbagai wilayah Jawa Barat.

Andhika SudarmanSeorang Mahasiswa Berprestasi Utama Nasional 2014 memaparkan mengenai pentingnya berbicara di depan umum, mulai dari cara mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum,  cara menyusun materi agar mendapatkan banyak respon, serta cara membawakan presentasi yang efektif dan menarik. Dalam hal ini Kak Andhika menekankan pentingnya memperhatikan Bahasa tubuh  ketika kita berbicara di depan umum. Menurut Factorialist.com, 55% komunikasi terjadi melalui gerakan dan Bahasa tubuh yang ditampilkan, 38% disumbangkan oleh faktor suara dan intonasi, sedangkan kalimat verbal hanya menyumbang 7% dari seluruh percakapan yang dilakukan secara langsung.

Sadar atau tidak, ketika berbicara di depan umum, maka seluruh perasaan dan pemikiranmu dapat ditangkap oleh para pendengarmu. Oleh karenanya, kak Andhika mengungkapkan, “Bagian materiil dari konsep bicara di depan umum adalah memperhatikan turun naiknya nada, melodi, dan juga kecepatan. Hal-hal tersebut yang biasanya luput dari fokus ketika kita akan berbicara di depan umum”

Di samping itu, ada tiga bagian lain yang jarang menjadi fokus perhatian, yaitu

  • Pertama, suara harus menjadi fokus perhatian dilihat dari keras atau tidaknya.
  • Kedua, ekspresi wajah seperti bagaimana kita mengeluarkan emosi sebagai bagian pembentukan karakter pribadi sehingga menjadi kunci untuk mendapatkan perhatian dari pendengar.
  • Ketiga, konten atau substansi yang akan dibawakan dan disampaikan terhadap audiens.

Sebelum berbicara di depan umum sebaiknya kita mempersiapkan catatan kecil ataupun mendatangi tempat acara sehari sebelum berlangsung. Hal ini agar kita bisa merasakan antusiasme layaknya pada acara tersebut. Selain itu, Kak Andhika juga memberikan tips untuk mendesain presentasi, berinteraksi dengan penonton, serta menghindari situasi canggung saat penyampaian materi. Untuk tips terakhir, terkadang tanpa sadar kita membunyikan ‘Umm’ saat berbicara di depan umum. Hal ini bukanlah suatu pertanda yang baik karena kata-kata seperti itu menunjukkan kelemahan si pembicara seperti sedang berpikir, gugup, tidak percaya diri, atau sedang mencari kata yang tepat. Jika hal itu terjadi maka ubah kata ‘umm’ ‘eh’ ‘err’ tadi menjadi kata lain yang memiliki awalan serupa, seperti “Memang benar bahwa..”

Kelas ditutup dengan sebuah tantangan berbicara di depan bagi para peserta.  Melalui hal ini, peserta dapat mengetahui titik kekuatan dan kelemahan mereka saat berbicara di depan umum. Kemudian peserta lain dapat mengomentari saran ataupun pujian bagi peserta tadi. Selanjutnya Kak Andhika akan memberikan masukan terkait pengembangan karakter yang tepat bagi masing-masing peserta agar mampu memikat penontonnya sendiri.  Terakhir, Kak Andhika mengingatkan bahwa manusia hebat bukan terlahir hebat, tetapi berjuang untuk menjadi lebih hebat dari sebelumnya.

Para peserta diberikan pemaparan serta tantangan oleh Kak Andhika

 

###

 

Tentang Ngariung.ID

Ngariung ID berupaya untuk menjadi wadah untuk nonoman Sunda mengenal, memahami, dan mencintai identitas mereka sebagai urang Sunda sehingga mau berkontribusi untuk masyarakat Sunda; bagi urang Sunda yang ingin berkontribusi kepada masyarakat Sunda sehingga semakin banyak inisiatif dapat terlaksana dalam memajukan masyarakat Sunda; untuk mengubah potensi tanah dan masyarakat Sunda menjadi prestasi yang dapat bermanfaat dan dinikmati masyarakat luas

Tentang Naratas

Naratas adalah sebuah program pengembangan diri dari Ngariung ID bagi anak muda yang bersedia mendedikasikan sebagian waktunya untuk berkontribusi kepada warga Jawa Barat. Tujuannya adalah mempersiapkan anak muda, selaku generasi penerus bangsa, dengan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menciptakan perubahan di lingkungan sekitarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *